- Buka file .blend yang akan dirender
- Lakukan setting pada properties editor bagian tab render. Setting yang saya gunakan yaitu resolusi X: 1920 px Y: 1280 px dengan scale percentage 100%. Apabila anda ingin merender animasi silakan lakukan setting pada frame yang digunakan.

- Save file yang akan dirender
- Buka situs Sheep It Renderfarm
- Log In dengan akun anda, apabila belum mempunyai akun silakan Sign Up
- Kemudian buka menu Project dan klik tombol Add Project. Note : Semakin banyak point kita maka semakin tinggi prioritas render file kita. Apabila kita mempunyai point yang cukup banyak maka akan semakin cepat render kita diselesaikan.

- Upload file yang akan dirender
- Setelah itu, akan muncul halaman baru untuk setting render. Ada dua tipe render, yaitu Single Frame dan Animation. Jika memilih animasi, maka masukkan frame yang akan dirender. Silakan pilih sesuai keinginan anda.

- Tekan tombol add this blend jika sudah selesai setting
- File kita sudah ditambahkan

- Kita bisa melihat proses nya melalui halaman akun kita.

- Pada bagian Latest Project akan muncul file yang kita render. Klik link tersebut
- Kemudian muncul halaman mengenai render file kita

- Apabila sudah selesai proses render nya. Maka bagian halaman Latest project menjadi seperti dibawah ini

- Kita klik pada project kita . Lalu kita bisa mendownload frame kita tadi
- Apabila render kita berupa animasi, maka bisa mendownload file berupa format video mp4 atau semua frame yang ada. Kemudian kita dapat menjadikan gambar frame tersebut menjadi video melalui video sequence editor Blender melalu langkah ini.

Tampilkan postingan dengan label Animation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animation. Tampilkan semua postingan
Blender mempunyai render engine bawaan yang powerful yaitu cycles render. Output yang dihasilkan cycles render lebih realistis apabila dibandingkan dengan blender render. Pastinya, setelah selesai membuat karya dengan Blender, kita ingin melihat hasil akhirnya setelah render. Lalu setelah menekan tombol untuk render, proses render membutuhkan waktu yang lama. Proses render bisa berjam – jam, berhari- hari bahkan berbulan – bulan. Selanjutnya kita ingin mempercepat proses render tersebut. Kita bisa membeli komputer atau laptop dengan spesifikasi yang tinggi dan berharga belasan hingga puluhan juta. Atau kita bisa menyewa render farm. Bagi yang belum tahu renderfarm silakan mampir ke artikel Apa itu renderfarm? Renderfarm yaitu pihak – pihak yang memberikan jasa untuk melakukan proses rendering. Nah, salah satu alternatif apabila anda ingin melakukan render dengan cepat dan gratis anda bisa menggunakan Sheep-it Renderfarm. Kita tinggal upload file .blend kita dan kita ttunggu prosesnya. Setelah selesai tinggal download filenya. Sangat mudah. Nah, berikut ini langkah- langkah menggunakan Sheep-it Renderfarm.
Version : Blender 2.78Tutorial dalam format video menyusul.
![]() |
File gambar hasil dari vdeo squence editor dapat diubah kembali menjadi video. Format video yang dihasilkan bermacam - macam seperti avi, mp4, dan sebagainya. Sehingga, blender sebenarnya dapat difungsikan sebagai video konverter. Berikut ini adalah langkah - langkah mengubah images sequence menjadi video. Apabila anda belum mengerti mengenai konversi video menjadi image sequence, berikut artikel mengenai cara mengubahnya.
- Buka aplikasi blender.
- Ganti editor menjadi Video Sequence Editor

- Pilih Add > Image untuk menambahkan file. Pilih semua file image sequence yang akan digunakan.
- Pada sequencer, terlihat jumlah frame file video. Ganti jumlah default
frame pada timeline editor yang berjumlah 250 menjadi jumlah frame
total video. Pada file saya berjumlah 371.
Atau arahkan frame aktif (garis hijau ke akhir frame pada video tersebut dan tekan tombol [E] maka jumlah frame pada timeline editor akan sesuai dengan file video. Note : saat menekan [E] arahkan kursor ke timeline editor.
- Pada properties editor, buka tab render. Pada resolution panel, set resolusi menjadi 720p yaitu X ; 1280 px Y ; 720 px dengan percentage resolusi 100 %. Set frame rate menjadi 30 fps. Setting ini juga dapat disesuaikan menurut keinginan anda.

- Scroll ke bawah. Pada bagian output, ubah formatnya menjadi MPEG. Lalu pilih lokasi folder untuk menempatkan hasil render.

- Selanjutnya pada Encoding panel, silakan pilih setting sesuai keinginan anda. Setting yang saya gunakan seperti dibawah ini

- Setelah selesai tekan tombol Animation untuk merender images sequence menjadi video dengan format sesuai dengan setting sebelumnya.

- Setelah proses render selesai, buka folder hasil render. Maka file hasilnya sudah berformat video.
Blender mempunyai berbagai macam fungsi. Salah satu fungsi yang bisa kita gunakan adalah konversi video seperti diatas. Bagi yang ingin berkomentar silakan tinggalkan komentar pada kolom Disquss dibawah.
Referensi:
Blender Documentation
(https://docs.blender.org/manual/en/dev/editors/movie_clip_editor/index.html?highlight=movie%20clip%20editor)
Version : Blender 2.78
Tutorial dalam format video menyusul.
Tutorial dalam format video menyusul.
![]() |
Blender mempunyai banyak editor. editor - editor ini dapat membantu kita dalam menyelesaikan berbagai hal seperti modelling, compositing, rendering, dan lain - lain. Salah satu editor yang akan kita gunakan kali ini adalah video sequence editor. Video sequence editor dapat mengubah video kita menjadi gambar dari tiap frame (Images Sequence) yang ada pada video kita. Images sequence ini akan sangat berguna pada saat rendering,compositing, maupun motion tracking. Contohnya apabila saat melakukan render, lalu blender crash maka kita dapat melakukan render lagi, dimulai pada frame terakhir yang telah dirender, atau kita dapat melakukan edit kembali pada frame tertentu sehingga tidak perlu merender keseluruhan video. Kita juga dapat menkonversi video melalui image sequence seperti pada tutorial mengenai video.
Selanjutnya, langsung saja kita praktekkan.
- Buka aplikasi blender
- Ganti editor menjadi video sequence editor

- Tambahkan file yang akan diedit. Pilih add > Movie, atau dengan menekan tombol [Shift + A] Note: Saat menekan [Shift + A], kursor harus diarahkan atau berada pada video sequence editor sequencer.

- Pada file browser, uncheck pilihan sound sehingga file video yang ditambahkan tidak mempunyai audio.

- Tampilan editor akan menjadi seperti ini. Scroll untuk zoom out atau zoom in untuk melihat file video. Note : pada sequencer, file video yaitu mempunyai garis berwana biru dengan informasi seperti nama file, lokasi file, dan jumlah frame pada file tersebut.

- Pada sequencer, terlihat jumlah frame file video. Ganti jumlah default frame pada timeline editor yang berjumlah 250 menjadi jumlah frame total video. Pada file saya berjumlah 372.
Atau arahkan frame aktif (garis hijau ke akhir frame pada video tersebut dan tekan tombol [E] maka jumlah frame pada timeline editor akan sesuai dengan file video. Note : saat menekan [E] arahkan kursor ke timeline editor.
- Tampilan video sequnce editor dapat diganti dengan menampilakan sequencer, preview, atau sequence dan preview pada tombol dibawah ini. Tampilkan sequencer dan preview.

- Selanjutnya, pada properties editor. Pilih tab render. Pada bagian dimensions panel set resolusi nya terserah anda. Resolusi dapat anda ubah pada bagian X dan Y atau menggunakan pilihan preset. Pastikan percentage scale yaitu 100% karena apabila kurang dari 100% maka resolusi akan mengecil sesuai percentage scalenya. Percentage scale terdapat pada bagian resolution dibawah pilihan X dan Y. Pada seeting ini saya menggunakan resolosi 720p atau X ; 1280 px dan Y ; 720 px serta [ercentage scale 100 %.

- Selanjutnya scroll ke bawah pada output panel. Setting format gambar menjadi png (atau terserah anda) karena merupakan loseless format. Pilih lokasi output. Anda juga bisa melakukan setting lain sesuai keinginan anda. Berikut setting yang saya gunakan.

- Untuk merender, tekan tombol animation, pada bagian atas tab render.
- Buka folder dimana hasil render ditempatkan. Maka file akan terlihat seperti dibawah ini dengan nama dari tiap frame terdiri dari angka yang merupakan frame dari video.

- Anda telah mengubah video anda menjadi gambar tiap frame dari video anda.
Referensi:
Blender Documentation
(https://docs.blender.org/manual/en/dev/editors/vse/index.html?highlight=sequence%20editor)
Blender merupakan open source software dengan fitur yang lengkap seperti 3D modelling, rigging, animation, bahkan hingga compositing. Namun blender juga dapat kita modifikasi sesuai dengan keinginan kita. Salah satu cara nya yaitu menambahkan addon yang kita inginkan. Addon dapat membuat blender menjadi lebih powerfull.
Nah berikut ini merupakan 5 addon versi delorean yang bermanfaat bagi kinerja kamu saat menggunakan blender.
1. Pie Menu (Default)
2. Rigify (Default)
3. Auto Render Tile Size (Default)
Addon ini membantu kita untuk memperoleh setting secara otomatis untuk render paling cepat yang dapat dicapai dengan menggunakan Cycles render. Addon ini sudah ada secara default pada blender.
4. Screencast Keys
Screencast Keys addon berfungsi untuk menampilkan secara visual tombol yang kita tekan pada keyboard dan mouse. Hal ini sangat berguna apabila kita ingin membuat tutorial, sehingga memudahkan bagi yang melihat karena tombol yang digunakan akan tampil.
Download : Screencast Keys
5. Amaranth Toolset
Amaranth merupakan addon yang dikembangkan oleh Pablo Vasquez. Addon ini mempunyai banyak fungsi seperti Camera as Render Border, Timeline Extra Info, Lamp list, dan masih banyak lagi. Addon ini memang sangat bermanfaat bagi pengguna blender.
Download : Amaranth Toolset
Jadi apa saja addon blender favoritmu?
![]() |
1. Pie Menu (Default)
| Pie Menu pada blender (Sumber :https://wiki.blender.org/index.php/Dev:Ref/Release_Notes/2.72/UI/Pie_Menus) |
Pie menu dapat menampilkan pilihan menu secara lebih interaktif. Sangat memudahkan bagi anda saat melakukan proses modelling contoh nya pilihan mode yang tampil pada layar. Addon ini secara default sudah ada blender 2.77. Sehingga tinggal mengaktifkannya.
2. Rigify (Default)
![]() |
| Addon Rigify blender (Sumber : https://docs.unity3d.com/Manual/BlenderAndRigify.html) |
Addon ini mempercepat proses rigging pada model yang telah dibuat. Saat addon ini diaktifkan, maka kita akan meiliki pilihan menu untuk membuat proses rigging secara otomatis. Sehingga tidak perlu melakukan rigging dari nol. Addon ini sudah ada pada blender shingga tinggal diaktifkan saja.
3. Auto Render Tile Size (Default)
![]() |
| Auto render tile size (Sumber : https://wiki.blender.org/index.php/Extensions:2.6/Py/Scripts/Render/Auto_Tile_Size) |
4. Screencast Keys
![]() |
| Setting Screencast (Sumber : https://wiki.blender.org/index.php/Extensions:2.6/Py/Scripts/3D_interaction/Screencast_Key_Status_Tool) |
Download : Screencast Keys
5. Amaranth Toolset
| Salah satu fungsi amaranth yaiu Camera sebagai batas render (Sumber : http://pablovazquez.org/amaranth/) |
Download : Amaranth Toolset
Jadi apa saja addon blender favoritmu?







